Rabu, 30 Mei 2012

fakta unik Indonesia : Terminologi Berjualan, Berdagang dan Berbisnis


pedagang pasar tradisional

fakta unik Indonesia :

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
“Berjualan” mempunyai arti mencari nafkah dengan menjual atau memperdagangkan sesuatu, pelakunya di sebut dengan nama “penjual.”

“Berdagang” mempunyai arti berjual beli atau berniaga, pelakunya di sebut dengan nama “pedagang.”

“Berbisnis” mempunyai arti melakukan usaha komersial dalam dunia perdagangan dan pelakunya dikenal dengan nama “pebisnis.’’

Ketiga kata-kata diatas sebenarnya mempunyai arti yang sama.

Namun dalam perkembangannya, masing-masing kata tersebut mempunyai arti yang agak sedikit berbeda. 

Kata “berjualan” mungkin sekarang jarang di pakai orang yang berkecimpung dalam dunia usaha dan pemakaian kata ini cenderung untuk dihindari, karena kata ini secara tidak langsung mengandung makna terselubung, yaitu : modal usahanya dikategorikan kecil, omset usahanya dikategorikan masih kecil dan keuntungan yang didapat dari usahanya boleh dibilang sungguh kecil? Dan seiring dengan perkembangan jaman, sekarang sebagian orang yang melakukan aktifitas usaha  agak risih kalau disebut sebagai “penjual ”?

Sekarang kata ‘’berdagang’’ ternyata lebih popular di pakai oleh para pelaku usaha. Enak di dengar dan orang mengasosiasikan sebagai aktifitas usaha dengan modal lumayan besar, omsetnya lumayan dan keuntungannya yang di dapat sungguh lumayan. Saat ini kebanyakan para pelaku dunia usaha kecil dan menengah lebih nyaman di panggil dengan sebutan “pedagang’ ‘daripada di sebut sebagai ‘’penjual”.

Kalau kata“berbisnis” lain lagi ceritanya. Jika seseorang bercerita “ia sedang berbisnis”, orang yang diajak dalam percakapannya pasti  membayangkan suatu usaha yang bermodal sangat besar, mempunyai omset luar biasa besar dan pasti dengan keuntungan sangat besar pula. Kata “berbisnis” bisa meningkatkan image seseorang dalam pergaulan. Mungkin bisa saja, ingin di anggap sok “English” dan tidak ingin dianggap ecek-ecek, usaha yang sedang dijalankannya itu. Jadi kata “berbisnis” bisa dianggap mempunyai asosiasi yang wah,luar biasa dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi yang menggunakannya.

Maka, sekarang terserah Anda, mau “berjualan” silakan. Mau “berdagang” sumonggo kerso.
Dan mau “berbisnis” Good Luck dech!

fakta Unik Indonesia :Buruh Pabrik di Indonesia dan Silaunya Kartu Kredit


kartu kredit

fakta Unik Indonesia : Di tray mesin fax di dalam ruangan office pabrik, berpuluh-puluh lembar kertas faximili menumpuk yang ditujukan kepada seorang buruh pabrik di Indonesia.
Si pengirim fax tersebut sepertinya marah besar kepada si buruh.
Jelas terbaca, ancaman dan peringatan untuk sesegera mungkin melunasi tagihan kartu kredit beserta bunganya.
Dan seisi ruangan office pabrikpun tahu dan berujung jadi gossip.

Kartu kredit tidak mengenal customer. Siapa saja boleh memiliki kartu kredit. Dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh customer kartu kredit.

Buat Kartu kredit menjadi trend. Tak urung buruh operator pabrik tak mau ketinggalan untuk memiliki kartu kredit. Meski syarat membuat kartu kredit yang diajukan berat, ternyata proses pembuatannya tidak dipersulit. 
Dan dengan meminta “bantuan” buruh bagian personalia, slip gajipun yang “aspal” bisa dibuat.
Hanya bermodal “slip gaji aspal” kartu kredit bisa dibuat. Dan semangat hidup konsumtifpun makin menjadi. Tinggal gesek dan tinggal tarik, uangpun ditangan.

Mempunyai kartu kredit di kalangan buruh pabrik biasanya ikut-ikutan trend, latah dan bisa menjadi gaya hidup. Tidak memperhitungkan apa yang bakal terjadi jika akhirnya harus berutang dalam jumlah besar karena keasyikan menggesek dan menarik kartu kredit. Biaya tahunan ada, biaya tarik tunai ada, bunga yang berbunga dan denda penalty, kadang tidak terpikirkan sebelumnya. 

Harusnya mempunyai kartu kredit diperlukan jika memang perlu, gaji sudah memadai, pribadi yang mobile dan memiliki kecermatan keuangan.

Atau ujung-ujungnya jika tersandung utang kartu kredit, akan mencari iklan baris di Koran :

Legal. Kartu kredit Anda bermasalah dan dikejar-kejar kolektor. Membantu mengatasi tagihan kartu kredit Anda. Dijamin tutup kartu kredit Anda dengan pemutihan, diskon atau tidak bayar sama sekali. Hubungi kami di nomor sekian-sekian.”

Minggu, 27 Mei 2012

fakta unik Indonesia: Masalah PKL di Jalan Baru I Gusti Ngurah Rai Bekasi


jalan baru i gusti ngurah rai bekasi

fakta unik Indonesia :
Jalan Baru Bekasi menghubungkan Stasiun Cakung hingga bawah jembatan fly over Kranji Bekasi, sejauh +/- 5 km dan sejajar denga ruas jalan KA. 

Jalan yang bernama resmi Jl. I Gusti Ngurah Rai Bintara Bekasi mempunyai 2 lajur dan mempunyai trotoar di kanan dan kirinya. Namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai JB atau Jalan Baru, bukan JB atau Johor Bahru kalau di Malaysia.

Jalan Baru Bekasi ini sangat strategis, dulu sebelum ada jalan ini, jika ingin ke arah Pondok Kopi Jakarta Timur dari Kranji Bekasi dan begitu pula sebaliknya, anda hanya mempunyai 2 alternatif jalan, yakni lewat jalan yang menuju Pasar Baru Kranji yang sempit kemudian belok menuju arah Bintara/Pondok Kopi  dan alternative yang ke-2, anda bisa melalui Jalan Kalibaru Barat Rawa Bebek Bekasi yang masih rusak hingga saat ini menuju kearah Stasiun Cakung/Pondok Kopi.

Karena letaknya yang sangat strategis, Jalan Baru Bekasi menjadi tempat PKL usaha kaki lima yang ramai ketika sore hari, dari jam 3 sore hingga jam 8 malam. 

Hanya 5 jam saja, sepanjang Jalan Baru Bekasi setiap hari menjadi pusat keramaian masyarakat dan pusat transaksi jual beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Tidak ada celah sedikitpun yang kosong, rapat dan penuh terisi para pedagang kaki lima dan para pembeli.
jalan baru i gusti ngurah rai bekasi

pasar bintara bekasi

Akibatnya, jalan altenatif baru yang seharusnya lancar, yang bisa mempercepat jarak tempuh antara Kranji Bekasi menuju ke Pondok Kopi Jakarta Timur dan arah sebaliknya, menjadi tersendat dan macet. 

Apa pasal, trotoar yang seharusnya buat pejalan kaki tidak tersisa sedikitpun buat para pejalan kaki. Gerobak pedagangpun menjorok ke dalam kearah jalan. 

Jalanpun menjadi sempit, arus lalu lintaspun terhambat. Kendaraan roda 2 dan kendaran roda 4 pun harus ekstra hati-hati ketika sore hari hingga malam hari melintasi Jalan Baru Bekasi ini, jangan sampai menyerempet gerobak di kiri jalan atau orang yang banyak lalu lalang di badan jalan.

Seperti yang sudah-sudah, aparat pemerintahan tidak berdaya untuk melakukan penertiban. Seolah-olah dibiarkan dan mungkin ada pembiaran? setiap kota pasti ada masalah PKl, tergantung pelaksaan aturan perda tentang PKL yang sungguh-sungguh untuk dijalankan.

Lapak-lapak tak resmi seakan-akan telah menjadi hak milik yang bisa diperjual belikan. Ada pungutan tak resmi dengan dalih keamanan dan membawa-bawa atas nama walikota, walikota yang mana Bekasi atau Jakarta Timur, para pedagang tidak bisa menjawab secara pasti, yang penting bisa bisa berdagang dan ada tempatnya. 

Ketika sewaktu-waktu ada penertiban mengikut aturan perda tentang PKL, ternyata berita itu telah bocor terlebih dulu, akibatnya sore hingga malam hari bisa lenggang tidak ada aktivitas jual beli. 

Padahal tidak jauh dari Jalan Baru Bekasi JB itu, sudah berdiri tegak Pasar Daerah Bintara, kenapa tidak di berdayakan lebih maksimal sebagai pusat perdagangan dan transaksi jual beli antara warga Bekasi dan Jakarta Timur. 

Pemasukan kas daerah bertambah dan nantinya jika pengelolaannya professional bisa di alokasikan untuk pembangunan fisik maupun non fisik.

Kenapa harus memilih lokasi berdagang yang justru bisa membahayakan keselamatan jiwa manusia. 

Bukankah berdagang di dalam pasar lebih nyaman, tidak dikejar Satpol PP, biaya restribusi harian yang resmi pasti ada, biaya sewa resmi juga pasti ada. Jadi sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah yang bersangkutan menyikapi hal ini!

fakta unik Indonesia : Cinta Lokasi di Mobil Jemputan karyawan

bis karyawan

fakta unik Indonesia, Ada peraturan dari Kemenakertrans, yang mewajibkan kepada setiap perusahaan/pabrik untuk menyediakan sarana transportasi  untuk buruhnya yang bekerja pada malam hari. 

Transportasi jemputan buruh yang pulang kerja shift 2 (sekitar jam 00.00 dari pabrik Di Indonesia) dan yang akan berangkat kerja shift 3 (sekitar jam 22.00 dari pick up point yang disepakati).

Peraturan yang di buat ini telah memungkinkan munculnya peluang usaha baru, yang berupa “mobil jemputan karyawan”
Biasanya orang-orang  pribadi bekerja sama dengan sebuah perusahaan jasa transportasi/perusahaan rental  yang kemudian memfasilitasinya untuk menjadi rekanan dengan sebuah pabrik. 
Dan mobil yang di tawarkan biasanya mobil tipe van sejenis : carry, kijang, panther, cukup untuk muat hingga 9 orang penumpang buruh.

Dengan adanya kerjasama ini, tentunya terbuka lapangan kerja baru sebagai sopir-sopir mobil jemputan buruh dan coordinator lapangan yang bisa juga merangkap sebagai sopir.

Kontrak pengadaan jasa mobil jemputan karyawan ini biasanya bisa mencapai 1 tahun per-term kontrak, bisa di perbarui dan bisa diperpanjang, tergantung layanan yang diberikan, kesepakatan negosiasi dan kemungkinan besarnya “under table’’ yang diberikan  untuk bagian “general affair” pabrik tersebut.

Kontrak yang 1 tahun, berarti 365 hari, berarti pula sudah ada interaksi social antara si sopir dengan para penumpangnya, si buruh-buruh pabrik. Interaksi social itu bisa di awali dengan perkenalan, pertemanan hingga keintiman sampai menuju ke jenjang pelaminan.

Tak jarang seringnya mengantar pulang malam shift 2 dan kemudian menjemput ketika shift 3, lambat laun akan terjalin “hubungan khusus” antara si sopir dengan buruh wanita penumpangnya. Biasanya hal ini terjadi jika ada buruh wanita yang sering duduk di depan dekat Pak Sopir. Dari sekedar obrolan ringan, hingga merasa setiap yang di perbincangkan nyambung, akhirnya timbul rasa suka hingga saling mengagumi satu sama lain. Dari sekedar colek tidak sengaja hingga pegang-pegangan, ketika di dalam mobil tinggal berdua, si sopir dan si buruh wanita. 

 Ada jadwal khusus yang tidak tertulis atau mungkin ada kesepakatan antara si sopir dengan kekasihnya si buruh wanita, biasanya jika pulang kerja shift 2, si buruh wanita kekasih si sopir akan di antar pulang belakangan dan akan di jemput paling awal jika masuk kerja shift 3. Mungkin dengan maksud, supaya ngobrolnya lebih lama kali!

Yang patut di waspadai, jika mendapatkan sopir mobil jemputan buruh yang sudah uzur tapi mata keranjang, biasanya kalau yang ini akan mencari buruh wanita penumpangnya yang masih muda, masih imut, tentu masih segar dan sedikit semlohai, untuk dijadikan istri yang ketiga bisa saja mungkin yang keempat. 

Dan para buruh wanita yang terkena shift malam, jangan sekali-kali curhat kepada orang yang salah, karena itu akan memberikan peluang kepada pak sopir untuk semakin mendekatimu. 

Lebih baik buruh wanita duduk di belakang karena bisa sedikit memejamkan mata setelah 8 jam berkutat di dalam pabrik dan biarlah yang duduk di depan buruh pria, biar pisang makan pisang he…he..he…

fakta unik Indonesia : Mismanajemen Pabrik


kreatif

fakta unik Indonesia, Pekerjaan di dalam lingkungan pabrik di Indonesia, yang monoton dan itu-itu saja, mungkin bisa di lakukan oleh buruh yang tidak memerlukan pendidikan tinggi. 

Pengetahuan buruh akan pekerjaan yang akan di jalani dan yang sedang di jalani bisa di lakukan dengan cara “learning by doing”, tergantung tingkat kemampuan penalaran buruh itu sendiri. 

Jika buruh tersebut cerdas dan cermat, akan cepat menangkap apa yang di ajarkan seniornya dan kemudian akan melakukan inovasi positif sesuai dengan pengalamannya untuk menghasilkan barang yang berkualitas dan cara kerja yang efisien.

Istilah “cari muka’’ di mana tempat pasti ada, demikian juga di dalam lingkungan pabrik. Buruh yang ingin cepat naik pangkat dan punya penyakit ”cari muka”,  akan melakukan segala hal agar di mata atasannya mempunyai kesan baik dan pintar. Padahal, sebenarnya mudah saja kalau ingin cepat naik pangkat atau naik klasifikasi di dalam lingkungan pabrik, bekerja yang rajin, on time, masuk terus , tidak pernah sakit dan tidak ngeyel sama atasan. 

Namun memang benar, dan tidak bisa di pungkiri ini bisa terjadi Di Indonesia,  yang bisa cepat “cari muka” sama atasan, syukur-syukur bisa mencuri perhatian manajer asing, akan cepat karirnya dan cepat pula naik klasifikasinya. 

Seorang buruh entah itu operator, senior operator, leader, group leader, senior group leader,foreman, supervisor shift, senior supervisor, junior manajer, jika penilaian dilakuan secara fair, lingkungan pabrik akan enak dan kondusif. Tidak ada rasa curiga-mencurigai dan berjalan mengalir dengan nyaman. Tapi itulah manusia dan memang manusiawi.  

Mismanajemen pabrik terjadi jika pihak manajemen pabrik tidak mempunyai keberanian dan ketegasan. Manajemen local saling menutupi jika ada kesalahan yang di lakukan oleh salah seorang di antara mereka. Tidak adanya cek dan ricek prosedur pengadaan barang penunjang  produksi yang memang rawan “mark up” dan korupsi. 
Para atasan di pabrik mencari obyekan langsung kepada supplier untuk pengadaan barang penunjang produksi tanpa melalui purchasing pabrik. 
Para atasan terkadang tidak memberikan contoh yang baik kepada anak buahnya, istirahat lama, tea break lama, masuk shift malam dengan mulut bau alcohol, menghilang dan kemungkinan tidur ketika shift malam dan yang lebih ekstrim lagi masuk kerja dengan kondisi tangan kanan kiri penuh luka goresan akibat fly dengan narkoba. 
 Bagaimana jadinya jika pembesar pabrik menjalin hubungan khusus “affair” dengan anak buahnya yang “bening”  dan kemudian semua buruh tahu serta jadi bahan pergunjingan bagai di dalam warung kopi. 

Kontrol penerapan keamanan seharusnya bisa di lakukan dengan cermat oleh pihak security pabrik, cek tas buruh dari berbagai level, cek bagasi mobil  milik buruh, cek bagasi motor para buruh, cek mobil box/truk supplier, ketika akan keluar meninggalkan pabrik, untuk mencegah tindakan pencurian barang-barang milik pabrik. 
Penggunaan internet pabrik dan email pabrik yang tidak semestinya, apalagi sekarang memang jamannya social media, entah itu Facebook dan Twitter, harus juga di kontrol secara ketat oleh bagian IT pabrik. 
Jika ada pembesar pabrik orang local, yang lebih banyak mengurusi penjualan barang-barang limbah pabrik daripada pekerjaan pokoknya, hal ini patut di waspadai. 
Ada juga buruh tingkat atas,  misal berpangkat manajer produksi, dan merasa mempunyai kekuasaan tinggi  di pabrik ,ternyata dalam keseharian di pabrik lebih banyak mengurusi pengiriman barang produksi by air daripada mengontrol lancarnya jalannya produksi. 

Jika memang ada hal-hal seperti di atas ada di dalam sebuah pabrik, mismanajemen pabrik kemungkinan telah terjadi.   
Lalu bagaimana cara mengatasinya?  
PECAT yang bermasalah dengan bukti pelanggaran yang kuat. 
Jangan menunggu si buruh yang bermasalah itu resign/mengundurkan diri dengan sukarela, karena penyakitnya akan menulari kepada karyawan lain di lingkungan pabrik itu. 
Atau bikin tidak betah, pindahkan  ke bagian lain dan pindahkan lagi seterusnya, buat dia malu di dalam lingkungan pabrik, lama kelamaan dia ini (si buruh yang bermasalah) akan malu sendiri (jika masih punya rasa malu) dan dengan sendirinya dengan sukarela akan mengundurkan diri sebagai buruh di pabrik. 
Namun cara seperti ini ada kalanya tidak mempan, si buruh yang bermasalah akan bermuka tembok, terus bertahan, yakin pihak manajemen tidak cukup kuat memiliki bukti untuk memecatnya, karena jika ia resign, akan susah mencari pekerjaan lagi.

Untuk itu diperlukan tim manajemen pabrik yang solid antara manajemen local dengan manajemen asing , kuat integritasnya dan tinggi loyalitasnya. Punya sikap dan ketegasan, bukan berarti semena-mena terhadap kesejahteraan buruh.

fakta Unik indonesia :Jika Buruh Indonesia Berbisnis sampingan di Dalam Pabrik?


koperasi Indonesia

fakta Unik Indonesia : Meski gaji sudah diatas rata-rata UMR plus tunjangan-tunjangan lain dan meski sudah sering lembur, tetap saja gaji yang di terima para buruh pabrik di Indonesia masih saja kurang. 

Jika seorang buruh mempunyai jiwa bisnis yang kuat, pasti akan mengikuti  jiwa bisnisnya itu.
Tidak ada yang melarang melakukan kegiatan sampingan yang dapat menghasilkan uang tambahan, namun jika sering di lakukan di antara pekerjaan pokoknya, apakah hal ini bisa di katakan tidak mempunyai integritas yang tinggi terhadap pekerjaannya. 

Ada kalanya bisnis sampingan itu yang lebih di utamakan daripada pekerjaan pokoknya, akibatnya hasil pekerjaan pokoknya tidak maksimal. Padahal yang diharapkan dari si pemilik pabrik, si pemberi gaji adalah si buruh itu bekerja maksimal dengan hasil yang maksimal pula. 

Coba bayangkan buruh bekerja di depan mesin produksi, sambil jualan pulsa. Melayani permintaan pesanan “nasi padang” di kala juga harus mengontrol anak buah. Menggunakan email perusahaan untuk promosi barang dagangan. Menggunakan internet perusahaan untuk mengupdate website jualan milik pribadi. Ada banyak peluang usaha yang bisa di lakukan para buruh pabrik. Menawarkan nasi uduk enak, nasi padang, snack, rokok, sepatu, sandal bunglon, baju, karpet Timur Tengah, obat-obatan herbal, buku-buku agama, majalah, minuman gelas, dll,   kepada sesama sejawatnya.

Berjualan, berdagang di dalam lingkungan pabrik boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Tapi kenapa tidak memberdayakan koperasi buruh yang sudah ada, dengan system titip jual. Koperasi buruh bisa berkembang, yang tentunya buat kesejahteraan anggotanya. Pekerjaan pokoknya di pabrik tidak terabaikan dan si pemilik pabrik senang jika pekerjaan yang di hasilkan buruhnya optimal dan maksimal, tidak tercampur dengan dengan bisnis sampingannya.


Sabtu, 26 Mei 2012

fakta unik Indonesia : Shift Kerja Malam hari yang Bebas Merdeka


secangkir kopi nikmat

fakta unik Indonesia, Shift kerja malam ahri  di pabrik bisa di mulai dari sore setelah Ashar hingga malam hari jam 00.00 ( Shift 2), bisa dari jam 00.00 hingga waktu menjelang Sholat Dhuha (Shift 3), atau bisa di mulai dari setelah Maghrib hingga pagi hari menjelang matahari terbit (Shift 2  “long shift’ yang 11 jam kerja).

Mengapa shift malam begitu menggairahkan?

Karena tidak ada manajer asing, buruh manajer local dan buruh senior supervisor. Meski ada Foreman,Group Leader dan Supervisor Shift,  para buruh operator pabrik di Indonesia sudah menganggap kalau shift malam itu bebas merdeka.

Apa pasalnya, waktu untuk istirahat bisa lama, bisa lebih dari 1 jam, waktu untuk tea breakpun  bisa lebih dari ½ jam dan jangan salah kalau malam bisa istrirahat tidur lho di pabrik.

Kok bisa tidur, padahal jam kerja. Semuanya bisa di atur, semua posisi entah itu Foreman, Group Leader, Supervisor Shift hingga operator masih manusia biasa, butuh tidur dan butuh istirahat. 

Jika ada bagian di pabrik  yang bekerja berdasar “target produksi”, biasanya di awal-awal jam kerja ketika shift malam, akan bekerja mengejar target, kemudian bisa 2 jam untuk “tidur istirahat”, dan menjelang pergantian shift ke shift pagi, tinggal meneruskan sedikit sisa target yang diminta. 

Bagaimana dengan bagian yang mengharuskan “take over waktu istirahat” ketika shift malam ? 
Hal ini bisa di akali dengan waktu “tea break’’ yang lumayan lama hingga bisa buat ngopi dan tidur.

Dan bagian mana di lingkungan pabrik ketika shift malam yang “happy long rest”? Bagian Utility atau Maintenance, bisa semalaman tidak ada pekerjaan dan hanya pindah tempat tidur/numpang tidur di pabrik???

Intinya, ketika bekerja di malam hari tidak ada buruh“pembesar-pembesar di pabrik” yang mengawasi! Jadi semua happy dan semua senang, meski ketika pulang kerja di pagi hari, tetap saja mata layu dan masih saja mengantuk!

fakta unik Indonesia : Limbah Industri Pabrik untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia

limbah pabrik

fakta unik Indonesia: “Limbah pabrik” sebuah peluang usaha yang menjanjikan.
Sayangnya hingga saat ini, pengelolaan dari hasil penjualan limbah pabrik hanya dinikmati oleh segelintir orang saja dan biasanya mereka ini orang-orang yang masuk dalam jajaran manajemen local.
Banyak orang asing yang baru masuk dalam jajaran manajemen pabrik (jika pabriknya PMA)  di Indonesia, tidak mengetahui bahwa sebenarnya limbah pabrik tersebut mempunyai nilai jual ekonomis yang cukup tinggi.
Jika pengelolaan penjualan limbah pabrik dilakukan secara transparant dan jujur, tentunya semua buruh di Indonesia minimal akan mendekati sejahtera.
Semua hasil penjualan limbah pabrik diharapkan masuk ke dalam kas koperasi buruh, tidak ada satupun pihak yang diuntungkan dari hasil penjualan limbah pabrik itu.  
Dengan bertambahnya uang kas koperasi buruh, kemudian bisa di distribusikan ke semua buruh dalam bentuk “tanah kavling”, yang nilainya akan terus naik, bisa juga untuk uang muka KPR perumahan dan cicilan perumahan KPR setiap bulannya, bisa buat ke tempat rekreasi bersama, dll.
Tentunya semua buruh tanpa terkecuali harus menjadi anggota koperasi buruh di lingkungan pabrik tersebut.
Hal ini bisa di jalankan jika semua pihak dalam jajaran manajemen pabrik itu, tidak bernafsu serakah ingin menguasai limbah industri pabrik.
Harus ada mekanisme yang jelas dan koperasi buruh dalam lingkungan pabrik telah terbentuk.
Ayo wujudkan buruh Indonesia yang sejahtera dengan kejujuran pengelolaan penjualan limbah pabrik!

Mengejar Overtime/kerja lembur


lembur

Apa yang diharapkan para buruh pabrik di Indonesia dari bekerja?
Adanya uang lebih yang berupa uang over time/uang lembur.

Bukan dari hasil korupsi, karena sebagai buruh operator pabrik, sangat tidak ada kemungkinan untuk melakukan tindakan korupsi, kecuali “korupsi waktu istirahat/tea break”.
Namun sayang, tidak semua bagian di pabrik mendapat jatah kerja lembur/over time yang sama.
Ada bagian yang kering, ½ basah dan basah sekali kerja lemburnya/overtime-nya. 
Yang kering over time-nya, tidak ada over time sama sekali  tentunya masih bersyukur mendapatkan gaji UMR saja, plus tunjangan-tunjangan lain jika ada.
Dan yang sangat basah over time-nya, di akhir bulan atau awal bulan akan tersenyum lebar ketika menarik uang di ATM, meski mungkin badannya remuk redam kelelahan mengejar over time.
Karena jika masuk bekerja jadi buruh di lingkungan produksi pabrik yang menerapkan system kerja long shift ( 12 jam), mau tidak mau harus mengikuti aturannya, dan yang pasti akan mendapatkan uang over time.
Overtime terjadi jika memang ada pekerjaan yang belum terselesaikan, jumlah buruh tidak mencukupi untuk mengejar target produksi, dan memang ada yang sengaja di setting supaya bisa over time.
Bersyukurlah yang masih bisa OT (over time) dan jangan lupa jaga kesehatan badannya.

Fakta unik Indonesia : Kena Tilang Polisi


razia tilang

fakta unik Indonesia : 
“Priitt !”
“Selamat siang Bapak.”
“Maaf, boleh minta SIM dan STNK-nya.”
“Maaf Bapak, Bapak telah melanggar lalu lintas. Seharusnya Bapak dengan kendaraan Roda dua melaju di jalur lambat dan bukan melaju di Jalur Cepat.’’
“Bapak  SIM-nya saya tahan, nanti minggu depan Bapak harus sidang di pengadilan negeri, bagaimana, ada waktu dan bersedia.’’
“maaf Bapak, Ini bukti surat tilangnya, slip tilang Biru.’’

Hari Sabtu nan cerah ini belum membawa sedikit keberuntungan buatku. Gara-gara melakukan pelanggaran peraturan lalu lintas, terkena razia tilang polisi,  akibatnya surat tilangpun melayang dan denda seratus ribu telah terbayang di mata.
“Sepeda Motor masuk Jalur lambat dan siang hari nyalakan lampu.’’

Demikian bunyi peraturan yang seharusnya dipatuhi para pengguna kendaraan roda dua.
Polisi sesekali melakukan “tilang” adalah shock therapy buat para bikers, supaya lebih disiplin lagi berlalu lintas. Tidak perlu “ditongkrongin” untuk memastikan para bikers mematuhi peraturan lalu lintas itu.

Menciptakan kesadaran tinggi memang perlu “punishment”, untuk menuju lalu lintas yang tertib, disiplin dan lebih beradab.
Melanggar peraturan lalu lintas dan tertangkap tangan di mata polisi, buat apa mengelak dan buat apa “mengajak damai”. Jangan memulai terlebih dulu “menawarkan uang damai”, karena nanti Anda bisa dianggap menyogok polisi.
Dan jika sebaliknya masih ada Polisi yang menawarkan damai saja, mungkin Anda sebelumnya harus siap-siap mengosongkan uang dari dompet Anda, atau  Anda hanya menaruh uang sekedarnya saja.
Tapi seperti yang saya katakana tadi, akuilah kesalahan jika memang Anda telah melanggar peraturan itu, ikuti prosedur yang resmi saja, karena itu lebih di ridhoi dan aman.
Besok-besoknya, lebih berhati-hati  lagi, taati peraturan lalu lintas yang ada, pakai helm, nyalakan lampu siang hari dan kelengkapan dokumen lainnya.

Rabu, 23 Mei 2012

fakta unik Indonesia : Korupsi di Internal Pabrik

korupsi pabrik
fakta unik Indonesia :
Korupsi birokrasi di Indonesia sudah biasa dan lumrah?

Lalu, apakah ada korupsi internal di korporasi pabrik? Jawabnya ADA.

Dan caranya bagaimana? Jawabnya MUDAH dan SIMPLE.
Tinggal Korupsi Kolusi Nepotisme dan "mark up", beres.

Biasanya menyangkut pengadaan barang, misal barang penunjang produksi, antara END USER yang bermain mata dengan SUPPLIER.

Dulu bagian PURCHASING pabrik lebih berperan dalam hal pengadaan barang, tapi END USER pabrik akhirnya tak mau kalah, menyodok di depan, merasa lebih tahu barang yang akan digunakannya dan mencari SUPPLIER sendiri, sesuai spesifikasi barang yang diinginkannya .

Imbalannya, si SUPPLIER akan mengirim "kue donat yang benar-benar donat empuk kelas platinum resto" untuk bawahan si END USER pabrik .

Dan buat END USER, si SUPPLIER bisalah me"Mark Up" nilai barang tersebut.

Tahu sama tahu, untung sama-sama untung, antara END USER dan SUPPLIER.

Tinggal Pemilik Perusahaan gigit jari, karena memang tidak di beri tahu yang sesungguhnya.

Alih-alih pengin jujur malah nanti di pecat!

Jumat, 04 Mei 2012

Fakta unik Indonesia : Menggagas Ide Pasar Malam Wisata Kuliner Kota Bekasi


kota bekasi

fakta unik Indonesia, Sebuah ide dan usulan adanya Pasar Malam Wisata Kuliner Kota Bekasi.

Lokasi :
1 lajur Jalan sebelah sisi Stadion Bekasi yang menghubungkan antara Cevest Depnaker – hingga Samping Kolam Renang Kompleks Stadion Kota Bekasi.
Jam Operasi : 1. Hari Kerja Biasa Jam 15.00-24.00
                         2. Hari Sabtu dan Hari Libur Jam 15.00-03.00
Tujuan :
1. Menjadi Ikon Wisata Kuliner Kota Bekasi dan menjadi pioneer wisata Kuliner Kota Bekasi yang resmi mendapatkan ijin dari Pemkot Bekasi. Nanti dalam perkembangannya akan ada Pasar Malam Wisata Kuliner Resmi Kota Bekasi yang lain di kawasan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Barat dan Bekasi Selatan, dengan memanfaatkan ruas jalan sepi, lapangan dan atau kolong jembatan fly over jika ada.
2. Memanfaatkan ruang terbuka umum seperti jalan, lapangan, daripada dibuat sebagai tempat parkir tidak resmi truk/bus lebih baik didayagunakan untuk mengakomodir dan mewadahi para pelaku usaha bidang kuliner UMKM Kota Bekasi yang ber-KTP Kota Bekasi, pada lokasi dagang yang resmi dan mendapatkan ijin dari Walikota Bekasi dan Pemkot Bekasi.
3. Menggalakan kegiatan wisata Kota Bekasi
4. Meningkatkan taraf hidup para usahawan UMKM Kota Bekasi yang ber-KTP Kota Bekasi.
5.  Mengurangi angka pengangguran warga Kota Bekasi dan ber-KTP  Kota Bekasi.
6.  Menggalakan kegiatan kewirausahaan dan entrepreneurship  di kalangan generasi muda Kota Bekasi dan ber-KTP Bekasi.
7.  Meningkatkan pendapatan Kota Bekasi dengan penarikan restribusi sewa lapak lokasi dagang di rencana jalan yang dimaksud diatas, restribusi sewa tempat titip gerobak para pedagang di sekitar stadion Bekasi, restribusi keamanan/kebersihan dan restribusi parkir di sekitar Stadion Kota Bekasi, bagi pengunjung pasar malam yang berkendaraan roda 2/4 
8.  Memberi kesan tertib, rapi dan indah bagi  Kota Bekasi dimana pedagang-pedagang kuliner berada di satu lokasi dagang yang resmi dan tidak memberi kesan kesemrawutan bagi Kota Bekasi.
9.     Kedepan nantinya, diharapkan para pengembang perumahan dan perkantoran di Kota Bekasi, dapat menyediakan lahan untuk para pedagang kaki lima dihimpun dan dilokalisir dalam 1 tempat, dengan maksud dan tujuan untuk mengembalikan hak para pejalan kaki (banyak trotoar yang dipakai buat berdagang), menghilangkan kesan ketidak rapihan dan kesemrawutan menuju  Kota Bekasi lebih rapi, indah, tertib dan berdisiplin. 

Teknis :
1. Lokasi yang dimaksud diatas dibagi menjadi 3 bagian. 1 bagian untuk pejalan kaki dan 2 bagian yang terpisah untuk lokasi berdagang dengan diberi tanda/garis dan berukuran 2x2 m atau 1,5x3m (cukup untuk 1 gerobak saja ukuran panjang 1,5 M dan 1 meja ukuran 1x 0,5 M dengan 4 kursi). Kira-kira jika melihat panjang ruas jalan tersebut, nantinya akan menghimpun sekitar 250 pedagang kuliner UMKM Kota Bekasi yang  ber-KTP kota Bekasi.
2. Lokasi lapak hanya diperuntukkan bagi hanya pelaku usaha kuliner UMKM yang berpenghasilan ekonomi kecil  dan ber-KTP kota Bekasi.
3. Pengambilan lokasi lapak dilakukan dengan system di undi dan disaksikan Bapak Walikota Bekasi langsung Dan para pedagang mendapatkan surat ijin resmi dari Walikota Bekasi dan Pemkot Bekasi. Pengundian di lakukan secara terbuka, tertib , transparant dan tidak dapat diwakilkan. Tidak di pungut biaya pendaftaran atau ada biaya pendaftaran untuk pembelian stempel, kertas, print,  dll. Pendaftaran sebaiknya di lakukan secara online, jika telah terintegrasi secara online dan komputerisasi,  dengan melampirkan scanning KTP Bekasi, kemudian di print dan dibawa ke tempat pendaftaran untuk mendapatkan nomor lokasi lapak dengan cara di undi supaya adil.
4. Memberikan kemudahan dan keringanan kepada para pelaku usaha UMKM warga Kota Bekasi yang ber-KTP Kota Bekasi, hanya membayar sewa harian (sewa lokasi lapak berdagang, sewa tempat titip gerobak jika menitipkan gerobak, restribusi sampah/keamanan) yang dilakukan secara transparant dan akuntable. Total sewa resmi harian berkisar Rp. 15.000-20.000. Dan tidak ada pungutan liar lagi yang dilakukan oleh oknum, karena sesungguhnya mereka sudah bergaji. Dan tidak ada juga pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh preman/pengangguran/kelompok masyarakat dengan label sebuah organisasi tertentu.
5.  Mewajibkan para pedagang untuk menjaga kebersihan lokasi lapaknya setelah selesai berdagang sebagai budaya bersih, meski sudah ada restribusi kebersihan.
6. Mewajibkan para pedagang untuk menjaga kerapihan dan keindahan Kota Bekasi, dengan tidak meninggalkan gerobak dagangannya di lokasi, tetapi harus membawa pulang atau menitipkannya di tempat titip bersewa di sekitar stadion Kota Bekasi.
7. Membudayakan disiplin para pedagang dengan mematuhi jam tertib berdagang, sesuai ketentuan jam operasi Pasar Malam Wisata Kuliner Kota Bekasi.
8. 1 Jalur jalan yang dimaksud diatas, yang tidak dipakai sebagai Pasar Malam Wisata Kuliner Kota Bekasi, harus steril dari para pedagang tidak resmi, kecuali mereka berdagang/menyewa  di depan rumah penduduk bukan di bahu jalan dan bukan di trotoar. Harus ada tindakan dan ketegasan dari petugas keamanan dan untuk membudayakan hidup rapi serta berdisiplin.
9. Apabila lokasi usaha di perjualbelikan ketika Pasar Malam Wisata Kuliner telah berjalan, harus seijin dari Pemkot Bekasi dan pembelinya harus ber-KTP Kota Bekasi.
1. Diperlukan kejujuran agar tidak ada transaksi yang menguntungkan pihak-pihak tertentu dengan cara jual beli lapak usaha di rencana jalan yang dimaksud diatas, sebelum acara pengambilan/pengundian nomor lokasi lapak di adakan.
1 Ide ini muncul sebagai bentuk dan wujud Rasa Cinta kepada Kota Bekasi agar selalu indah, rapi, tertib, berbudaya tinggi, tidak semrawut dan mempunyai ikon Pasar Malam Wisata Kuliner Kota Bekasi yang resmi, yang tentunya akan menggalakkan kegiatan perekonomian UMKM warga Kota Bekasi yang ber-KTP Kota Bekasi, mengurangi angka pengangguran warga Kota Bekasi ber-KTP Kota Bekasi dan juga meningkatkan kegiatan wisata kuliner di Kota Bekasi.

fakta unik Indonesia : Preman Kaki Lima jakarta


preman kaki lima
fakta unik Indonesia, Kita bersyukur hidup dan tinggal di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai Negara yang memudahkan warganya untuk berwirausaha sukses skala UMKM pedagang kaki lima . Tidak ada aturan-aturan yang berat bagi warganya apabila akan membuka suatu usaha. Asal punya modal dan punya tempat silakan berdagang saja dan tidak ada yang melarang.
Pelaku usaha UMKM pedagang kaki lima di Indonesia jumlahnya banyak. Tersebar di tiap pinggir jalanan, lapangan kosong, trotoar, emperan toko-minimarket, perempatan jalan dan dimana saja. Semuanya boleh berdagang asal punya modal dan punya tempat berdagang.
Di balik kegigihan dan bertebarannya para pelaku usaha UMKM pedagang kaki lima di Indonesia, ternyata juga telah menumbuhkan premanisme di kalangan para pelaku usaha tersebut. Aturan-aturan tata ruang kota, aturan tentang keamanan serta ketertiban yang tidak memberatkan telah menumbuhkan minat warga untuk membuka  usaha kaki lima, usaha tenda dan lapak di lokasi yang strategis serta ramai. Aturan-aturan yang tidak memberatkan yang tidak disertai tindak ketegasan serta efek jera, telah mensinergikan antara pelaku usaha yang akan berusaha, pelaku usaha yang telah berjalan dengan preman-preman Jakarta yang berlindung di balik baju suatu organisasi kemasyarakatan.  Keduanya saling membutuhkan dan saling melengkapi. Si pelaku usaha membutuhkan sebuah lokasi usaha di pinggir jalan punyanya kelompok preman tertentu, untuk berdagang dan si preman membutuhkan uang untuk biaya hidup, uang rokok dan mungkin uang mabuk (maaf).
Berdagang di tempat umum seperti pinggir jalan, lapangan kosong, perempatan jalan, emperan toko-minimarket dan trotoar,  tanpa ada peraturan dari pemerintah yang ketat dan memberatkan, atau jikapun  ada masih bisa diakali, yang ada akhirnya hanyalah “hukum/aturan  jalanan ala sang preman jakarta” dan bukan hukum/aturan  dari pemerintah/Negara. Preman di balik baju organisasi kemasyarakatannya seolah-olah menjadi instusi yang sah, yang berhak mempunyai lokasi/wilayah  tersebut, yang berhak  mengontrol dan yang berhak memungut restribusi tidak resmi, dengan dalih uang pangkal lapak, uang keamanan, uang pangkalan, uang sewa harian, uang sewa bulanan dan mungkin uang sewa tahunan.  Dan Negara tidak hadir dalam kondisi seperti itu.
Preman dan Entrepreneur Kaki  Lima ibarat 2 sisi mata uang yang berbeda. Yang satu berjuang mempertahankan hidup dengan berdagang, mengumpulkan selembar demi selembar rupiah dengan halal dan lebih bermartabat. Di sisi lain, ada yang mempertahankan hidup dengan cara yang tidak benar, mengambil rezeki para entrepreneur Indonesia kaki lima dengan cara memalak, yang tentunya cara ini justru  merendahkan diri sendiri dan tidak bermartabat, dengan dalih, ini wilayah gue, uang keamanan, uang ketertiban, uang sewa lokasi yang di aku-aku, uang pangkal taruh gerobak dan lain-lain.
Lapangan pekerjaan yang sempit telah menumbuhkan kesadaran sebagian warga untuk tumbuh dan berproses secara tidak langsung menjadi seorang entrepreneur Indonesia meski  kelas kaki lima dan di lain pihak yang tidak mau capek, maunya happy terus, beralasan tidak ada modal akhirmya tumbuh serta berproses menjadi seorang preman yang cukup hidup dari memalak para entrepreneur kaki lima saja.
Jika aturan jelas, ketat dan memberatkan: 
- mungkin Indonesia tidak akan dikenal sebagai Negara yang mudah bagi warganya berwirausaha UMKM kelas kaki lima.
- mungkin para pelaku usaha akan menempati ruang usaha resmi  dan sewa wajar yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat, yang ujungnya akan membawa ketertiban, keindahan dan kerapihan bagi kota itu sendiri.
-mungkin tidak akan ada Negara beserta aturan preman di dalam sebuah Negara Indonesia. Berdalih uang keamanan, padahal di Negara ini sudah ada institusinya yang resmi.
Sudah saatnya tidak ada lagi premanisme di kalangan pelaku usaha UMKM kaki lima. Biarlah mereka mencari penghidupannya sendiri, tentunya tempat usaha mereka yang resmi ini dalam koridor aturan pemerintah  daerah setempat dan tidak menyalahi peraturan .

fakta unik Indonesia : Pinjaman Bank Keliling dan Kaki Lima


Bank Keliling dan Kaki Lima
fakta unik Indonesia, Membuka sebuah, membesarkan sebuah usaha meski skala kaki lima memerlukan modal juga. Besar dan kecilnya modal tergantung kebutuhan dan usaha apa yang akan di jalankan serta dibesarkan. Persyaratan untuk mendapatkan modal tambahan ada yang susah dan ada yang mudah. 
Seiring dengan perkembangan dunia usaha skala pedagang kaki lima yang semakin maju dan menggairahkan, muncullah pelaku-pelaku usaha pribadi, perorangan, atas nama koperasi dan atau ada yang atas nama “bank”. Yang kemudian di kenal dengan istilah “bank keliling”. Hanya cukup fotokopi saja serta pangkalan gerobak yang jelas maka proses pencairan kredit pinjaman uang bank keliling berlangsung cepat tanpa perlu survey dan wawancara. Sunnguh Cara mendapatkan pinjaman yang sangat mudah. Dana yang diterima sudah dipotong di muka untuk angsuran cicilan pertama, dan cicilan berikutnya beserta bunganya akan ditagih setiap harinya.
Jika gaya hidup komsumsif telah menjadi bagian dari pelaku usaha entrepreneur kaki lima, bank keliling akan senang hati membantunya. Dan krediturpun akan megap-megap berusaha membayar utangnya, karena telah berutang lebih dari satu bank keliling. 
Jika sudah tidak sanggup membayar, kabur dan pulang kampung menjadi satu-satunya jalan keluar yang terindah. Meski harus was was jikalau bank keliling tersebut mencari, mendatangi dan kemudian menyita semua harta bendanya dengan dalih pelunasan hutang dan bunga yang tertunda. Kalau sudah demikian masih sanggupkah berutang demi pemuasan gaya hidup di tengah keterbatasan yang ada.

Rabu, 02 Mei 2012

Advokasi Serikat Buruh dan Masa Depan Buruh Indonesia


24 jam

Mayday sudah berlalu, tidak ada salahnya menulis persoalan mengenai buruh. Bagi buruh Indonesia dan Serikat Buruh, PHK karyawan (massal)  adalah momok yang harus dilawan dengan sekuat tenaga, pikiran dan air mata. Bagi buruh, yang ladang penghidupannya sebagian besar dari tempatnya bekerja, tidak mengharapkan PHK itu terjadi dan menimpa dirinya. Jikapun terjadi PHK karyawan massal, buruh dalam naungan serikat buruh akan bersatu dan berusaha sekuat tenaga, agar PHK tidak terjadi dan berharap dapat dipekerjakan kembali. Akibatnya timbul aksi demo menentang keputusan PHK tersebut.

Proses penyelesaian PHK biasanya berlangsung lama dan dalam kurun waktu yang lama, minimal 4 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, misal : 4 bulan itu, biasanya akan di habiskan buruh dan serikat buruh yang menaunginya, untuk konsolidasi, berunding, berorasi dan ujung-ujungnya menghujat, mencaci –maki pemilik perusahan, Negara asal perusahaan tersebut  serta manajemen perusahaan itu. Ekses dari PHK itu juga akan menghasilkan kelompok local yang pro dan kontra. Kelompok kontra PHK di wakili para buruh dan serikat buruhnya, biasanya mereka dengan bangga menyebut dirinya sebagai “pejuang”.  Kelompok Kontra PHK ini nantinya oleh “pengusaha yang mem-PHK”  akan di “black list” agar tidak diterima bekerja  lagi di perusahaan lain. Sedangkan kelompok pro PHK, diwakili para buruh yang tidak tergabung dalam serikat buruh,  biasanya ada dalam jajaran manajemen perusahaan dan sering dianggap sebagai “pecundang sejati” oleh para buruh/serikat buruh. Dan kelompok Pro ini biasanya tidak masuk dalam daftar “black list”.

Sayang sekali, waktu (proses penyelesaian kasus PHK) yang cukup berharga itu , seharusnya bisa digunakan untuk melahirkan wirausahawan sukses/entrepreneur baru, hanya di gunakan untuk menguras energy,  hujat menghujat, ancam mengancam,  berorasi, berdemo, menghitung berapa besaran pesangon yang akan diterima, akankan di pekerjakan kembali di perusahaan lama atau akankah dapat bekerja lagi di perusahaan lain. Seharusnya di struktur organisasi Serikat buruh ada divisi entrepreneur yang didalamnya menangani “entrepreneur coaching clinic”, maka ketika timbul masalah PHK massal yang tentunya akan melahirkan “ratusan pengangguran baru”, divisi ini akan hadir menyiapkan mental, mengadakan pelatihan kewirausahawan  para korban PHK ini menuju dunianya yang baru, yang tentunya bersinergi dengan divisi advokasi di serikat buruh tersebut.  Hal ini penting untuk di lakukan, karena keputusan PHK massal biasanya bersifat final tidak bisa diganggu gugat, juga mengingat sebagian korban PHK, sejatinya mereka ini telah terbiasa bekerja untuk orang lain, dengan adanya divisi entrepreneur, bagaimana mengubah mindset dan paradigma lama menjadi pribadi yang siap menerima keputusan PHK dan bagaimana mengelola pesangon yang diterima dengan cermat.

Korban PHK, jika pengusahanya berbaik hati, akan menerima pesangon wajar, tergantung proses negosiasi win win solution kedua belah pihak, antara pengusaha dan buruh yang diwakili oleh serikat buruh. Dan korban PHK ini dalam waktu singkat akan menjadi OKB (orang kaya baru) yang  hidup konsumtif dan dalam waktu teramat cepat uang pesangonpun  yang diterima akan habis pula. 

Maka sangat diperlukan suatu divisi entrepreneur selain divisi advokasi dan divisi-divisi lain dalam struktur organisasi serikat buruh. Boleh memperjuangkan hak-hak buruh yang terabaikan, silakan mengadvokasi membela para buruh anggotanya yang di PHK “all out “ habis-habisan, tetapi alangkah baiknya peduli akan masa depan anggotnya selepas di PHK , memberi pendampingan pelatihan berbisnis, pelatihan berwirausaha bagi para anggotanya, yang secara tidak langsung menyiapkan anggotanya untuk menjadi pengusaha sukses Indonesia, bukan selamanya menjadi buruh. Karena jika menjadi pengusaha, tentunya akan membuka lapangan kerja baru. 

Serikat Buruh, apakah selamanya mengharapkan anggotanya menjadi buruh? Sudah saatnya berubah dan mengubah mindset lama. Buruh yang tidak sekedar buruh, tapi buruh yang siap menjadi pengusaha.